BALIKPAPAN – Bayangkan jika membayar pajak kendaraan atau retribusi daerah bisa dilakukan semudah memesan makanan lewat ponsel. Itulah tujuan besar dari percepatan digitalisasi yang sedang dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) bersama seluruh Pemerintah Daerah di Kaltim dan Kaltara.
Keseriusan ini diwujudkan melalui pertemuan besar bertajuk High Level Meeting (HLM) di Balikpapan pada awal Februari lalu. Acara ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan pertemuan strategis yang dihadiri oleh para pengambil keputusan penting, di antaranya:
Rangkaian Diskusi Dua Hari yang Menentukan
Berlangsung selama dua hari pada beberapa waktu yang lalu, rangkaian kegiatan ini dirancang khusus untuk memecahkan masalah nyata di lapangan. Pada hari pertama, acara difokuskan pada High Level Meeting untuk menyamakan visi strategis antara Bankaltimtara, kepala daerah, dan para regulator (BI & OJK) terkait arah ekonomi digital Kaltim dan Kaltara.
Setelah visi terbentuk, kegiatan langsung dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) teknis. Di sesi ini, seluruh pihak membedah kendala harian, mulai dari masalah integrasi pelaporan keuangan pemerintah, percepatan pencairan dana daerah secara online (SP2D Online), hingga sesi berbagi kisah sukses (success story) penerapan tata kelola digital dari Pemerintah Provinsi Kaltara.
Apa Sebenarnya Tindakan Nyata Bankaltimtara ?
Bagi masyarakat, istilah "transformasi digital" mungkin terdengar rumit. Namun, dalam keseharian, inilah 3 langkah nyata yang sedang dan terus dikerjakan oleh Bankaltimtara sebagai hasil dari kolaborasi tersebut:
Hasilnya sangat luar biasa: karena bayarnya mudah, pemasukan daerah ikut meroket. Sejak sistem digital ini diperluas dari 2021 hingga 2025, rata-rata pertumbuhan pajak daerah naik 9,76% per tahun. Bahkan, uang dari retribusi melonjak sangat tajam hingga 195,2% per tahun.
Lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini sangat penting, karena uang tersebutlah yang nantinya digunakan pemerintah untuk membangun jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan bagi warga Kaltim dan Kaltara.
Jajaran Direksi Bankaltimtara menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata komitmen perusahaan untuk daerah. “Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi soal bagaimana kita mempermudah hidup masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah. Semangat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh lembaga terkait akan terus menjadi kunci agar ekonomi Kaltim dan Kaltara semakin maju dan sejahtera,” tegas jajaran Direksi Bankaltimtara.
Melalui langkah-langkah ini, Bankaltimtara membuktikan perannya bukan sekadar tempat pemerintah menyimpan uang, melainkan sebagai "mesin penggerak" utama yang membawa Kaltim dan Kaltara melangkah percaya diri menuju era serba digital dan Digitalisasi bukan sekadar teknologi, tetapi alat strategis untuk memperkuat kapasitas daerah dalam mengelola potensi, meningkatkan pendapatan, dan memberikan layanan publik secara mandiri dan berkelanjutan.